Health Life Style

Tak Perlu Panik, Ini Cara Menghentikan Mimisan dengan Tepat dan Mencegahnya agar Tidak Terjadi Lagi

DenpasarViral.com - istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Hidung berdarah atau mimisan dapat membuat kita panik, apalagi jika itu dialami oleh anak-anak. Faktanya, kondisi ini bersifat umum dan tidak berbahaya, serta akan berhenti dengan sendirinya. Tetapi jika tidak ditangani dengan tepat, mimisan bisa menjadi masalah medis.

Ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan Mohamad Chaaban, MD memaparkan bagaimana cara mencegah dan mengatasi mimisan, serta hal-hal yang sebaiknya tidak kita lakukan.

1. Tindakan yang tak boleh dilakukan ketika mimisan
Beberapa tindakan yang harus dihindari ketika mimisan terjadi adalah:

Memiringkan kepala ke belakang
Kita sering mendengar nasihat untuk memiringkan kepala ke belakang, tetapi Chaaban tidak menyarankan hal tersebut. “Jangan memiringkan kepala karena kemudian darah mengalir ke tenggorokan, yang dapat menyebabkan tersedak,” catat Chaaban. “Juga, darah kemudian berakhir di perut, yang memicu ketidaknyamanan.”

Menyumbat hidung
Berniat memasukkan tisu atau kapas ke lubang hidung untuk memperlambat pendarahan? Pikirkan ulang niat kita. Pasalnya, tindakan tersebut dapat mengiritasi lapisan hidung dan menyebabkan lebih banyak pendarahan saat tisu atau kapas dilepas.

Mengucek hidung mimisan terlalu sering
Kita sering menekan hidung untuk menghentikan mimisan, tapi jangan mengucek atau memasukkan jari ke hidung mimisan terlalu sering. “Jika kita mengurangi tekanan lebih sering, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menghentikan pendarahan,” ujar Chaaban.

2. Langkah menghentikan mimisan
Lakukan langkah-langkah berikut untuk menghentikan mimisan.

Duduk dalam posisi tegak
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah duduk tegak atau mendudukkan anak dengan tegak,” kata Chaaban. “Duduk atau berdiri dengan kepala sedikit ditekuk ke depan.”

Menggunakan semprotan hidung
Apabila kita memiliki dekongestan atau semprotan hidung yang dijual bebas, semprotkan ke hidung di sisi yang berdarah.

Menekan bagian depan hidung
Pembuluh darah terletak di dekat lubang hidung, jadi berikan tekanan kuat bukan pada batang hidung, melainkan di bagian depan yang lunak.

Menunggu hingga pendarahan berhenti
“Pertahankan tekanan setidaknya selama 10-15 menit sebelum memeriksa untuk melihat apakah pendarahan telah berhenti,” saran Chaaban. Jangan mengurangi tekanan pada hidung untuk memeriksa, karena pendarahan bisa berlanjut.

Menggunakan es batu atau air dingin
Jika pendarahan tidak berhenti setelah 15 menit, berikan kompres es ke batang hidung untuk menyempitkan pembuluh darah dan menghentikan aliran darah.

Jangan panik
Semakin kita merasa panik, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan pendarahan. Hal serupa juga berlaku apabila anak kita yang mengalami mimisan. Di saat orangtua tenang, anak kecil cenderung mengikuti kita.

Jika hidung masih berdarah setelah 30 menit, segera cari bantuan medis. “Jika kita sudah mengikuti semua langkah ini dan darah terus mengalir, hubungi dokter atau dokter anak untuk mendapatkan panduan,” tutur Chaaban.

3. Tips menyembuhkan mimisan
Setelah mimisan, tentunya kita tidak ingin mengalami hal yang sama. Begini tips menyembuhkan mimisan.

Meniup hidung secara perlahan
Meniup hidung (seperti membuang ingus) secara kuat dapat menghilangkan koreng dan justru membuat pendarahan kembali terjadi.

Bersin dengan mulut terbuka
Bersin dengan mulut tertutup juga bisa menghilangkan koreng atau membuka pembulh darah.

Tidak mengangkat barang berat
Ketegangan akan meningkatkan tekanan darah, yang dapat menyebabkan pendarahan.

Tidak mengupil
Mengupil adalah salah satu penyebab utama mimisan pada anak kecil dan banyak orang dewasa. Hal ini akan mengganggu penyembuhan koreng dan merusak pembuluh darah.

4. Mencegah mimisan
Chaaban berbagi tips untuk mengurangi kemungkinan mimisan. “Jaga kelembapan hidung kita,” katanya.
Langkah mencegah mimisan yaitu:
* Nyalakan pelembap udara.
* Gunakan semprotan hidung saline
* Berkonsultasi dengan dokter terkait salep pelembap yang aman dioleskan di hidung
* Mengendalikan alergi
* Tidak merokok
* Memakai peralatan pelindung jika bekerja di tempat dengan paparan bahan kimia
* Mengajari anak untuk tidak mengupil

Mimisan yang terus-menerus dan berulang dapat menjadi tanda masalah kesehatan lain. Jika kita sering mengalami mimisan, tidak kunjung berhenti atau disertai dengan gejala seperti mati rasa atau tekanan di wajah, segeralah mengunjungi dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Merasa Bosan Hidup ‘Gitu-Gitu Aja’? Cobain 3 Hal Baru Ini Yuk!

admin

Ini Alasan Ilmiah Mengapa Kita Selalu Kencing Setiap Buang Air Besar

admin

Instagram Uji Coba Stiker Baru “Add Yours” di Indonesia, Bagaimana Cara Menggunakannya?

admin