Bali Denpasar

Putu Winata, Melukis dengan Tehnik Bola Pingpong hingga Menggambarkan Seni Melalui Perasaan Alam

DenpasarViral.com - Prof. DR. I Made Bandem, MA. bersama Putu Winata saat melihat karya-karya lukisan yang di tampilkan pada saat pembukaan pameran tunggal "Garden of Intuition", sabtu(10/10).

DenpasarViral.com, Denpasar – Jika memahami tentang alam, amat sangat banyak perasaan, warna-warni, dan ungkapan yang ada di dalamnya. Seorang pelukis Putu Winata diketahui mampu untuk menggambarkan Seni melalui perasaan pada alam yang terdapat di dalamnya.

Dalam pameran tunggal perdana Putu Winata bertajuk “Garden of Intuition” ini yang di gelar oleh Galeri Zen1 berlokasi di Lt3 Second Floor Coffee Kesiman, menampilkan berbagai karya lukisan sebanyak 20 Karya seni tentang alam yang dikuratori oleh Nicolaus F. Kuswanto serta Arif Bagus Prasetyo dan diresmikan oleh Prof. DR. I Made Bandem, MA.

Pameran karya seni lukis tunggal ini merupakan pameran ke-2 kalinya dalam bulan Oktober, sebelumnya pameran di Seminyak Village pada 03 Oktober 2021 lalu, kali ini Galeri Zen1 kembali menggelar pameran yang berlokasi di Galeri Zen1 Kesiman tepatnya di lt.3 Second Floor Coffee.

Putu Winata mengatakan, “Dalam alam kita dapat menangkap berbagai citra tentang alam. Kita juga segera mendapat kesan tentang bentang alam, pohon, bunga, daun, ranting, air terjun, perairan, cakrawala, dan sebagainya, saya memang tidak menghadirkan sebuah karya potret, melainkan abstraksi tentang alam.” Katanya.

Ia juga mengaku memang sangat menyukai alam karena suka berpergian ke kawasan yang lingkungan alamnya masih asri seperti daerah pegunungan atau pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Kendati demikian, alam bukan satu-satunya sumber inspirasi Putu Winata. Tak jarang ia terpikat pada warna-warni dalam lukisan seniman lain, terutama karya pada master seni Lukis dunia seperti Vincent van Gogh dan Claude Monet. Lukisan Putu Winata seperti ingin mengatakan bahwa chaos dan cosmos ibarat dua sisi koin. Ada kekacauan di balik ketertiban, ada tata di belakang huru-hara. Menggaungkan kosmologi Hindu-Bali, siklus penciptaan dan kehancuran dan hadir serempak dalam citra alam di kanvas.

Putu sapaan akrab dari Putu Winata menambahkan, “Bahwa proses melukisnya selalu berangkat dari ide tertentu. Ia tidak melukis dari kekosongan. Gagasan tertentu, misalnya tentang landscape atau kembang, yang memicunya untuk melukis. Namun, ide awal itu bukanlah semacam rencana atau skema untuk diwujudkan ke dalam bentuk lukisan.”. tambahnya.

Dalam proses melukisnya Putu Winata sendiri memiliki cara unik tersendiri yang dilakukan dalam melukis, seperti penggunaan bola ping pong saat melukis dengan mencelupkan bola kedalam cat aneka warna, kemudian iya menggulirkan diatas kanvas. Guliran bola pingpong meninggalkan jejak warna yang tidak sepenuhnya berada di bawah kendali sang pelukis. Efek yang dihasilkan juga berbeda dengan cat yang disapukan kuas, ditorehkan pisau palet, atau dioleskan jari tangan. Lapisan cat warna-warni di permukaan bola pingpong tersingkapkan pada kanvas secara khas, tak terduga, seolah-olah memiliki “kemauan” sendiri. Keunikan inilah yang membuat karya Putu Winata sangat berbeda diantara karya seniman lainnya.

Prof. DR. I Made Bandem, MA. yang tampak hadir untuk membuka pameran ini juga sangat mengapresiasi karya-karya lukisan dari Putu Winata dan pameran ini, karena menurutnya karya seni ini sangat memiliki nilai-nilai kebudayaan yang sangat kental yang dimana kreatifitas merupakan sumber dari kebudayaan.

Ia berharap, “Semoga dari dilaksanakannya pameran tunggal Putu Winata ini dapat memberikan kebangkitan daya seni di Bali.” harapnya.

Putu Winata juga berharap dengan adanya kolaborasi ini dapat memberikan sebuah kaca mata baru atau pandangan baru terhadap para penikmat seni dan masyarakat khususnya juga untuk para seniman Bali dan juga bisa dinikmati oleh semua kalangan, tidak hanya dari kalangan seniman tetapi juga dari masyarakat umum.

Nicolaus F. Kuswanto mengungkapkan, “Karya seni ini merupakan karya yang sangat unik dan beda diantara karya sebelumnya yang pernah Galeri Zen1 tampilkan. Galeri Zen1 selalu akan mensupport dan mewadahi para seniman baik itu seniman muda ataupun seniman yang sudah cukup senior untuk bisa berkolaborasi dengan Galeri Zen1 dan tentunya sesuai dengan visi-misi dari Galeri Zen1,” ungkap Direktur Galeri Zen1.

Bagi masyarakat yang ini berkunjung serta melihat-lihat lukisan-lukisan karya dari Putu Winata ini dapat langsung mengunjungi Galeri Zen1 Kesiman yang berlokasi di Lt.3 Second Floor Coffee Kesiman mulai tanggal 09 Oktober 2021 hingga 09 November 2021 setiap hari Senin-Sabtu dari pukul 08:00 – 18:00 WITA sesuai jam operasional Second Floor Coffee. (PA/DV)

Related posts

Demi Memberikan Wawasan Bidang Bisnis dan Membangkitkan Generasi Muda, Kampus Alfa Prima Gelar Entrepreneur Week 2021

admin

Sebanyak 83 Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Denpasar, Prosentase Kesembuhan Pasien Capai 94,89 Persen

admin

Denpasar Viral Merayakan Hari Jadi Ke-2 Tahun dengan Kegiatan Bakti Sosial dan Tirtayatra

admin