Fakta dan Mitos Lifestyle

Mitos Atau Fakta, Benarkah Masturbasi Bisa Tingkatkan Imun Tubuh?

DenpasarViral.com - istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Masih ada sebagian orang yang meyakini bahwa masturbasi yang dilakukan pada laki-laki dapat meningkatkan imun, benarkah demikian?

Menjaga daya tahan tubuh memang dapat memperkecil kemungkinan Anda tertular penyakit. Bahkan, imunitas yang baik juga diperlukan untuk mempercepat pemulihan saat sakit. Pertanyaannya, apa saja cara yang benar untuk meningkatkan sistem kekebalan? Ditambah lagi, hampir semua bentuk olahraga dapat bertindak sebagai penghilang stres. Bukankah masturbasi juga dianggap sebagai aktivitas fisik?

Sebelum berkesimpulan lebih jauh, sebaiknya Anda menelusuri dengan seksama penelitian yang menjadi dasar asumsi soal ini terlebih dahulu. Penelitian ini dilakukan oleh Departemen Psikologi Medis di University Clinic of Essen, Jerman, yang diterbitkan dalam jurnal Neuroimmunomodulation pada tahun 2004.

Dikutip dari Medical News Today, para peneliti melibatkan sekelompok peserta terdiri dari 11 orang laki-laki. Mereka mengamati efek orgasme melalui masturbasi pada jumlah sel darah dan sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti mengambil darah dari para partisipan ini saat mereka masturbasi serta selama pengawasan, ketika tidak ada aktivitas seksual yang terlibat. Mereka kemudian mengukur keberadaan berbagai penanda aktivitas sistem kekebalan dalam darah, yakni leukosit, limfosit, interleukin 6 yang diinduksi lipopolisakarida, dan faktor nekrosis tumor alfa, selama kondisi kontrol, serta sebelum orgasme, dan pada 5 dan 45 menit setelah mencapai orgasme melalui masturbasi.

Studi tersebut menemukan bahwa untuk sementara, masturbasi meningkatkan aktivitas beberapa komponen sistem kekebalan, yaitu leukosit. Khususnya sel pembunuh alami yang melawan sel tumor kanker dan sel yang terinfeksi virus. Di samping itu, ada penelitian lain yang mengindikasikan manfaat ejakulasi, meskipun tidak secara spesifik dikaitkan dengan masturbasi.

Sebuah studi pada tahun 2016 melibatkan 31.925 peserta pria untuk menjawab kuesioner tentang frekuensi ejakulasi selama periode 18 tahun. Tujuannya untuk memastikan apakah ada hubungan antara frekuensi ejakulasi dengan risiko kanker prostat.

Penelitian itu menemukan “hubungan yang menguntungkan” antara ejakulasi dengan risiko penyakit. Responden yang mengaku sering ejakulasi, memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah.

Namun, seperti yang diakui oleh penulis penelitian, ada keterbatasan dalam studi semacam ini. Studi yang melihat dampak potensial masturbasi pada sistem kekebalan seperti di atas sangat sedikit dan jarang. Sebab penelitian tentang kemungkinan efek ini pada tubuh perempuan masih kurang. Jadi, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Apakah penelitian kecil ini berarti bahwa orang harus mulai menikmati kesenangan sendirian agar tetap sehat? Tidak bisa secepat itu menyimpulkan. Memang sejumlah penelitian yang sangat kecil menunjukkan adanya bahan kimia yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh tersebut dipengaruhi oleh rangsangan seksual.

Gail Saltz, MD, seorang profesor psikiatri di New York-Presbyterian Hospital Weill-Cornell School of Medicine mengatakan, belum ada penelitian yang mengatakan secara spesifik bahwa masturbasi meningkatkan sistem kekebalan dengan cara mencegah atau membantu melawan infeksi.

Tapi, bukan berarti masturbasi tidak memberikan manfaat kesehatan mental dan fisik sama sekali. Aktivitas fisik secara umum membantu meningkatkan bahan kimia yang membuat Anda merasa baik, sebab otak melepaskan endorfin (bahan kimia penghilang stres dan rasa sakit).
Yang jelas, masturbasi bahkan dapat membantu hubungan Anda dengan pasangan.

Journal of Sex Education and Therapy menemukan bahwa perempuan yang melakukan masturbasi memiliki pernikahan yang lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak memberikan kesenangan seksual pada diri mereka sendiri.

Akankah masturbasi meningkatkan imunitas dan menghindarkan Anda dari penyakit? Pakar menegaskan, jawabannya “tidak”.

Dilansir dari Health.com, Anda harus mulai dengan diet dan olahraga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Cara paling penting untuk menjaga sistem kekebalan Anda berfungsi normal adalah cara kuno yang tidak suka dibicarakan orang: diet dan olahraga,” ujar Timothy Mainardi, MD, ahli alergi dan imunologi yang berbasis di New York.

Menurut studi ilmiah pada 2019 di Journal of Sports and Health Science, olahraga sedang hingga berat dapat memperkuat respons kekebalan, menurunkan risiko penyakit, dan mengurangi peradangan.
“Berolahraga secara teratur dan makan sehat adalah faktor paling signifikan untuk sistem kekebalan Anda,” ujar Mainardi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menjalani gaya hidup lebih banyak bergerak jauh lebih mungkin terkena pilek atau penyakit menular lainnya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan meremas minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang seminggu, atau 75 menit pada intensitas kuat.

Latihan di rumah selama 15-20 menit, sesi lompat tali atau joging di tempat, atau jalan cepat di sekitar lingkungan beberapa kali seminggu adalah cara yang baik. Tips meningkatkan kekebalan tubuh lainnya dari Mainardi termasuk banyak tidur, mencuci tangan dengan sabun dan air, dan menggunakan pembersih tangan saat Anda keluar di tempat umum. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Tak Hanya Untuk Mengembangkan Adonan Kue, Ini 9 Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan Tubuh

admin

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung

admin

Google Maps Bakal Punya Fitur Baru, Bisa Cek Tarif Tol di Indonesia

admin