Lifestyle

Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik, Kondisi Seseorang yang Anggap Dirinya Harus Dikagumi

DenpasarViral.com - istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Melansir dari Mayo Clinic, gangguan kepribadian narsistik kerap menimbulkan masalah di kehidupan sehari-hari seperti di tempat kerja atau sekolah. Umumnya, orang dengan gangguan narsistik akan merasa tidak bahagia atau kecewa ketika tidak mendapatkan pujian.

Pengidap gangguan kepribadian narsistik juga memiliki perasaan yang mudah tersinggung. Bahkan, cenderung mudah depresi ketika mereka dinasihati oleh orang lain. Berikut penjelasan mengenai penyakit narsistik dan gejalanya yang dilansir dari Mayo Clinic:

Sebagaimana kita tahu, gangguan kepribadian narsistik kerap menyebabkan pengidap merasa paling hebat daripada orang lain. Biasanya, orang gangguan tersebut juga membutuhkan pujian secara terus menerus dan berlebihan. Selain itu, ada beberapa gejala narsistik lainnya, di antaranya:
• Membesar-besarkan prestasi dan bakat
• Meremehkan orang lain atau merasa superior
• Memanfaatkan orang lain hanya untuk kepentingan individu
• Berperilaku arogan, angkuh, dan iri dengan prestasi orang lain
• Kesulitan menjaga hubungan yang sehat
• Mudah terluka dan mengalami penolakan.

Meski memiliki perilaku seperti di atas, orang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik sebenarnya memiliki harga diri yang rapuh. Biasanya, orang yang mengalami gangguan ini sangat kesulitan menerima kritik dan saran. Bahkan, kerap menyembunyikan rasa malu dan rasa terhina.

Penyebab Narsistik
Pada dasarnya, orang dengan gangguan kepribadian narsistik, cenderung mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah kecil. Bahkan, kerap menjadi pribadi tidak sabar atau pemarah, jika tidak mendapatkan perlakuan khusus.

Adapun penyebab gangguan kepribadian narsistik belum diketahui dengan pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang mengidap gangguan ini, salah satunya faktor lingkungan. Ketidaksesuaian dalam hubungan orang tua dan anak seperti pemujaan atau kritik yang berlebihan bisa meningkatkan risiko gangguan narsistik.

Selain itu, gangguan kepribadian narsistik juga bisa disebabkan karena faktor genetik. Hal tersebut karena adanya hubungan antara otak dan perilaku serta kemampuan berpikir yang memainkan peran dalam perkembangan gangguan kepribadian narsistik.

Cara Mengatasi Kepribadian Narsistik
Salah satu cara efektif untuk mengatasi kepribadian narsistik adalah melakukan terapi, seperti mengunjungi psikiater, dengan didampingi keluarga. Psikoterapi bertujuan untuk membangun harga diri dan membimbing para pengidap agar memiliki harapan yang realistis.

Pengidap juga disarankan para ahli untuk melakukan beberapa aktivitas positif seperti melakukan gerakan yoga dan meditasi. Selain itu, selalu berupaya untuk membangun komunikasi yang baik dan konsisten dengan keluarga. Dengan menjaga keharmonisan keluarga serta mengurangi tekanan emosional, hal ini bisa menurunkan risiko gangguan kepribadian narsistik. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Keep Calm! Ini 4 Tips Meminta Izin kepada Orang Tua yang Paranoid Agar Diizinkan Untuk Melakukan Sesuatu

admin

Pasca Hujan, PUPR Denpasar Respon Cepat Atensi Genangan di Beberapa Titik

admin

Hati-hati, 4 Sikap Orang Tua Ini yang Bikin Hubungan dengan Anak Jadi Berjarak

admin