Lifestyle

Sering Merasa Sulit Tidur di Tempat Baru? Ini Penjelasan Ilmiahnya

DenpasarViral.com - istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Ketika berada di rumah dan merasa lelah, kita mungkin bisa dengan mudah tidur di manapun. Di kamar, di ruang tamu, di sofa depan televisi, maupun di kamar orang tua.

Namun saat berada di tempat baru, seperti berkunjung ke rumah saudara, tidur di hotel, atau baru saja pindah rumah, kita akan merasa sulit tidur. Padahal saat itu kita sudah merasa sangat lelah dan mengantuk, jadi ingin segera tidur, tapi justru tidak bisa tidur.

Terlebih kalau kita baru saja melakukan perjalanan jauh dan memakan waktu lama untuk sampai tempat tujuan. Wah, pasti rasanya tidak nyaman ya? Apa yang menyebabkan hal ini terjadi, ya?
Cari tahu penjelasannya, yuk!

Kalau kamu merasa kesulitan tidur di tempat yang baru, ternyata hal ini normal, kok. Susah tidur di tempat baru disebut dengan first night insomnia yang wajar terjadi pada tubuh saat pertama kali tidur di tempat yang baru.

Fenomena ini terjadi karena adanya perbedaan aktivitas kedua bagian otak kita, yaitu otak kanan dan otak kiri. Ketika berada di lingkungan baru, insting kita akan bekerja lebih keras dari biasanya sehingga membuat kita menjadi lebih waspada dan peka. Akibatnya, hal ini membuat otak kiri kita tetap aktif dan membuat sulit tidur.

Wah, apa tujuannya dari kewaspadaan saat tidur ini?
Ternyata tujuannya adalah sebagai antisipasi atau pencegahan saat ada bahaya yang mengancam atau ada hal baru yang kita alami di tempat baru. Nah, kalau kita lebih waspada, maka kita bisa lebih cepat terbangun dari tidur dan mengatasi hal yang mengancam tadi.

Untuk membuktikan fenomena first night insomnia ini, dilakukan penelitian pada 35 orang peserta penelitian. Peserta penelitian tadi diminta untuk menginap selama beberapa malam di laboratorium.

Nah, dari penelitian yang dilakukan menggunakan alat pendeteksi otak, ditemukan beberapa hal menarik. Ternyata pada malam pertama peserta penelitian tidur di laboratorium, otak bagian kiri mereka lebih aktif dibandingkan otak bagian kanan, lo. Aktifnya otak bagian kiri inilah yang menyebabkan kita menjadi sulit tidur walaupun sudah sangat mengantuk.

Hal yang Sama Terjadi pada Lumba-Lumba
Ketika mengalami fenomena first night insomnia, ternyata hal ini mirip dengan apa yang dialami oleh lumba-lumba, lo. Tahukah kamu, Lumba-lumba tidur dengan sebagian otak yang tetap aktif. Hal ini membuat mereka tidur dengan kondisi setengah sadar dan tetap aktif bergerak.

Tujuannya sama dengan cara tidur kita, yaitu agar mereka selalu waspada dalam menghindari serangan predator. Namun ada tujuan lain dari cara tidur ini, yaitu agar lumba-lumba tetap bisa bernapas dengan lancar. Karena sebagai mamalia laut, mereka harus secara berkalau muncul ke permukaan laut untuk menghirup oksigen. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Tak Hanya Sebagai Bumbu Dapur, Garam Juga Bermanfaat untuk Wajah Lho, Apa Saja Manfaatnya?

admin

Wawali Arya Wibawa Hadiri Hut ke-45 dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Widya Sakti

admin

5 Cara Mengatasi Rasa Malas tanpa Merasa Tertekan, Kaum Mageran Wajib Tahu!

admin