Lifestyle

Rugi kalau Hidup Selalu Khawatir, Lakukan Beberapa Cara Ini Untuk Menyingkirkannya

DenpasarViral.com - istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Jika ditulis apa saja hal yang bisa menyebabkan seseorang merasa khawatir berlebihan, daftarnya bisa jadi sangat panjang. Bagi beberapa orang, ada yang bisa menjalani hidup dengan santai tanpa perlu khawatir berlebihan. Namun bagi yang cenderung khawatir berlebihan, sudah saatnya menerapkan strategi seperti memberi waktu tersendiri kapan harus khawatir hingga menjabarkannya dalam bentuk tulisan.

Sebagian besar orang menghabiskan banyak waktu untuk khawatir tentang kesehatan, finansial, pekerjaan, keluarga, bahkan hal-hal lain yang belum tentu terjadi. Apapun jenis kekhawatirannya, respons tubuh tetap sama yaitu level stres akan meningkat.

Mengapa khawatir berlebihan tak baik?
Selain menyebabkan stres, khawatir berlebihan juga bisa mencuri rasa bahagia dan menyebabkan seseorang didominasi rasa negatif yang tidak penting. Tidak jarang, orang yang khawatir berlebihan justru melewatkan berbagai peluang yang ada di sekitarnya.

Belum lagi jika kekhawatiran berpusat pada hal-hal yang memang di luar kendali. Meskipun rasa khawatir itu manusiawi, jika berlebihan dapat menyebabkan seseorang merasa depresi. Segala hal dipandang dari sisi negatif dan bisa berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya.

Untuk memberi batasan pada diri kapan harus khawatir dan kapan sudah termasuk berlebihan, coba latih diri melakukan beberapa cara ini:

1. Beri jadwal kapan harus khawatir
Ketika merasa terus menerus khawatir dan cemas, coba analisis seberapa penting hal itu menjadi subjek kekhawatiran hingga berlarut-larut? Kemudian, berikan jadwal dan batasan waktu berapa lama boleh merasa khawatir. Contohnya dengan mengalokasikan 15 menit dalam sehari untuk merasa khawatir.

Dengan demikian, setiap kali merasa khawatir di luar waktu yang dialokasikan, maka bisa segera kembali ke “dunia nyata”. Tak hanya itu, pikiran juga tak tersita hanya untuk khawatir berlebihan dan bisa melakukan hal lain yang lebih produktif.

2. Tuliskan kekhawatiran
Sangat jarang sekali rasa khawatir bisa membawa solusi terhadap sebuah permasalahan. Sebab, pikiran tak bisa fokus dan produktif. Untuk itu, coba tuliskan apa saja kekhawatiran seakan sedang mengosongkan otak sehingga beban tidak terlalu dominan.

Ketika menuliskan daftar kekhawatiran, cari tahu akar masalahnya. Mungkinkah diupayakan sebuah solusi? Jika termasuk hal yang di luar kendali, maka tak perlu lagi dikhawatirkan. Fokus pada hal yang bisa diubah atau diberi solusi.

3. Cari solusi jangka pendek
Ada ribuan hal yang bisa menjadi topik kekhawatiran seseorang, buat daftar mana yang bisa dicari solusinya dalam jangka pendek. Baik itu dalam jangka waktu harian, mingguan, atau bulanan. Proses ini akan membantu pikiran lebih fokus pada pencarian solusi, bukan sekadar merenunginya saja.

4. Cari aktivitas produktif
Apabila mulai merasa khawatir berlebihan, bisa jadi terlalu banyak waktu senggang yang seharusnya diisi dengan aktivitas produktif. Tetaplah mencari cara agar sibuk dan aktif bergerak. Sebut saja berolahraga yang bisa meningkatkan energi hingga menghasilkan hormon endorfin. Tak harus olahraga, pilih saja aktivitas lain yang benar-benar tidak berhubungan seperti membaca buku atau menekuni hobi yang lama terbengkalai.

5. Bicarakan dengan orang terpercaya
Jika ada, bicarakan sumber kekhawatiran dengan orang terdekat sekaligus terpercaya. Cara ini bisa membantu menuangkan apa yang menyumbat pikiran sekaligus mendengar saran dari mereka yang bisa memandang situasinya dalam konteks berbeda.

6. Relaksasi
Pelajari teknik relaksasi yang sesuai dengan preferensi masing-masing. Ada yang suka relaksasi dengan mendengarkan musik, meditasi, yoga, berlatih napas, atau sekadar menonton tayangan favorit. Cari hal yang membuat pikiran lebih tenang dan nyaman, sekaligus bisa melupakan pemicu kekhawatiran berlebih.

Belajar cara berhenti khawatir berlebihan memang tak akan terwujud dalam semalam, namun dapat mengubah hidup sepenuhnya. Ketika beberapa hal di atas tak berhasil mengurangi rasa khawatir berlebihan, berbicara pada terapis profesional mungkin bisa membantu. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

4 Alasan Psikologis Mengapa Seseorang Sulit Curhat ke Orang Lain, Kamu Salah Satunya?

admin

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Nasional STBM dan Kabupaten/Kota Sehat Kategori Tertinggi

admin

Pengingat Peninggalan Cagar Budaya, 1110 Tahun Prasasti Blanjong Pemkot Denpasar Apresiasi Kegiatan “Jaya Stambha”

admin