Lifestyle

Kunyahlah Dengan Perlahan, Ini 5 Dampak Buruk dari Kebiasaan Makan Terlalu Cepat

DenpasarViral.com - istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Cara makan Anda berdampak pada tubuh, termasuk ketika Anda sering makan terlalu cepat. Pernahkah mengamati ada teman Anda yang bertubuh kurus selalu paling terakhir selesai makan, atau menghabiskan makanan dalam waktu paling lama?Ternyata, makan cepat juga berkaitan dengan berat badan seseorang.

Biasanya, orang akan cenderung makan dengan tergesa-gesa karena berbagai alasan, misalnya tuntutan pekerjaan. Jika Anda salah satunya, waspadai bahaya makan terlalu cepat berikut ini. Banyak orang yang makan dengan cepat agar punya banyak waktu untuk bekerja atau melakukan hal produktif lain. Namun, hal ini ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh, di antaranya:

1. Tersedak
Makan terlalu cepat bisa memicu Anda untuk tersedak. Sebab, makanan yang Anda konsumsi belum dikunyah secara sempurna. Ketika makanan tersangkut di kerongkongan, napas Anda akan terhambat. Meski dianggap remeh, jika tidak ditangani dengan baik, tersedak bisa menyebabkan kematian.

2. Proses Pencernaan Menjadi Lambat
Mirip dengan tersedak, jika Anda makan terlalu cepat, maka makanan belum dilumatkan secara sempurna. Makanan yang masih keras akan menyebabkan sistem pencernaan Anda bekerja lebih keras untuk  mencerna makanan. Hal ini menyebabkan proses pencernaan dan penyerapan makanan menjadi lebih lama.

3. Asam Lambung Naik
Bahaya makan terlalu cepat lainnya adalah naiknya asam lambung. Makan terburu-buru akan menyebabkan terjadinya aliran balik asam lambung ke kerongkongan dan menyebabkan gejala seperti dada terasa panas, mual, dan mulut terasa pahit. Bila kondisi ini tidak diatasi dan terjadi terus-menerus, maka akan menyebabkan penyempitan atau luka pada kerongkongan.

4. Peningkatan Berat Badan
Sebagian besar orang mengonsumsi makanan mereka dengan tergesa-gesa. Bahkan, sampai tidak menyadari banyaknya kalori yang dikonsumsi. Padahal, setidaknya dibutuhkan 20 menit dari waktu Anda mulai makan sampai otak mulai mengirimkan sinyal kenyang. Terlalu banyak kalori yang dikonsumsi dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan dan obesitas.

5. Masalah Kesehatan Jangka Panjang
Makan cepat dan naiknya berat badan dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi dari minimal tiga kondisi medis, yakni obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, trigliserida tinggi, dan rendahnya HDL. Sindrom metabolik akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics membuktikan bahwa ada manfaat bila seseorang makan dengan lambat. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa orang-orang yang makan dengan lambat cenderung mengonsumsi kalori yang lebih sedikit.

Para peneliti mengatakan bahwa ketika seseorang menikmati sebuah makanan dengan mengunyah lebih lama, hal ini dapat mencegah terjadinya diabetes. Selain itu, manfaat makan lambat juga dapat mengurangi konsumsi camilan karena hormon yang meregulasi rasa kenyang akan memberikan sinyal ke otak untuk berhenti makan. Dengan demikian, porsi makanan akan berkurang. Selain itu, mengunyah lebih lama juga akan membantu penyerapan lebih banyak nutrisi.

Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi tempo makan Anda:
* Duduk Saat Makan dan Minimalkan Distraksi
Ketika Anda sedang di rumah, cobalah untuk selalu duduk saat makan. Selain itu, makan cepat bisa ditangani dengan menyingkirkan distraksi, misalnya dari perangkat elektronik, seperti gawai, televisi, dsb.

* Mulai Makan dengan Hidangan Penutup
Sering kali kita masih dalam keadaan lapar ketika makanan penutup atau dessert datang walaupun sudah makan makanan utama. Keinginan makan yang manis dapat dipenuhi dengan memakan kue/hidangan pencuci mulut sebelum makanan utama. Cukup satu atau dua gigitan saja dapat memuaskan Anda.

* Makan Bersama
Menikmati makanan bersama dengan keluarga atau orang-orang terdekat akan membantu memperlambat kecepatan makan. Selain menghindari makan cepat, suasana makan juga lebih menyenangkan.

* Makan dengan Iringan Musik Tempo Lambat
Ternyata, makan sembari mendengarkan musik yang bertempo lambat dapat membantu mengurangi kecepatan makan. Para peneliti menemukan, orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmati makanan saat diiringi musik yang rileks.

* Gigit Makanan secara Perlahan
Makan secara perlahan tidaklah mudah, terutama ketika Anda sedang sibuk dan sudah terlalu lapar. Namun, Anda akan merasakan mudahnya menurunkan kecepatan makan jika mengonsumsi makanan di waktu yang sama setiap harinya.

* Sediakan Waktu untuk Ngemil
Sediakan waktu untuk mengonsumsi camilan sehat. Ketika Anda sangat sibuk, jadwalkan 15 menit khusus untuk camilan. Gunakan 15 menit tersebut untuk relaksasi, mengisi ulang tenaga dan semangat dengan makan. Mini break seperti ini juga dapat meringankan stres Anda.

* Minum Air Putih
Bila Anda masih belum bisa mengurangi kecepatan makan, minumlah segelas besar air. Makan terlalu cepat juga bisa terjadi karena Anda sedang kurang cairan, bukan kurang makanan. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Sebut GEMABYUR dan GEMARIKAN, Upaya Preventif Pencegahan Stunting

admin

Cara Cerdas Menolak Tanpa Perlu Banyak Penjelasan, Terapkan Tips Ini

admin

Sebanyak 104 Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Denpasar. Kesembuhan Capai 95,09 Persen.

admin