Fakta dan Mitos Lifestyle

Sebaiknya Jangan Ditahan-Tahan, Ini yang Dialami oleh Tubuh ketika Menahan Tangisan

DenpasarViral.com - Istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Banyak emosi yang bisa ditunjukkan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Emosi yang ditunjukkan ini bisa berupa hal positif seperti senang atau tertawa maupun hal negatif seperti marah dan sedih.

Salah satu bentuk emosi yang bisa muncul ketika terlalu sedih atau bahkan terlalu gembira adalah menangis. Tangisan ini juga bisa muncul ketika seseorang merasa cemas atau mengalami hal yang berbeda dibanding biasanya.

Tangisan sesungguhnya muncul ketika otak mengaktifkan respons stres tubuh. Oleh karena itu, ketika seseorang coba menahan tangisan yang hendak keluar, terdapat hal yang bisa dialaminya.

Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai hal yang sebelumnya tidak disadari. Dilansir dari The Healht Site, berikut sejumlah hal yang bakal dialami oleh tubuhmu ketika menahan tangisan.

1. Otak Mengenali Terjadinya Stres
Ketika peristiwa yang memancing tangisan muncul, respons stres kita mulai terjadi di amygdala. Bagian ini merupakan materi abu-abu di dalam otak yang bertanggungjawab terhadap persepsi emosi.

Amygdala kemudian akan mengirim sinyal ke hypothalamus yang selanjutnya memberi perintah pada tubuh untuk bertindak. Hal ini kemudian memerintah kelenjar pituatari bahwa terdapat kondisi stres atau bahasa yang memicu keluarnya hormon adrenokortikotropik. Hormon ini kemudian berpindah ke kelenjar adrenal yang berada tepat di atas ginjal. Selanjutnya, hormon stres bernama kortisol juga dilepaskan.

Hypothalamus juga mengaktifkan sistem saraf simpatetik dalam tubuh. Bagian sistem ini bertujuan mengontrol fungsi tubuh yang dipicu oleh repons kabur atau melawan.

2. Detak Jantung Meningkat
Ketika kamu mengalami tekanan untuk menangis namun coba menahannya, sistem saraf simpatetik mengalami dampak. Hal ini kemudian mengingkatkan detak jantung serta kontraksi pada otot jantung. Pada saat pembuluh darah besar terencerkan, jumlah darah yang terpompa di dalamnya juga meningkat. Hal ini termasuk jumlah darah yang terpompa ke jantung.

3. Perubahan Napas
Pernahkan kamu merasa menangis hingga tersengguk-sengguk? Hal ini ternyata dipengaruhi oleh napas yang menjadi semakin pendek dan cepat.

Tekanan emosi intens yang dikeluarkan melalui tangisan juga menyebabkan napas memendek. Hal ini terjadi karena pada saat kamu mengalami tekanan, saluran udara antara hidung dan paru-paru menyempit dan mengalami perubahan.

4. Reaksi Otot pada Saat Kamu Menangis
Pelepasan hormon secara kilat, mengirimkan lebih banyak banyak darah ke seluruh otot di tubuh. Hal ini bakal lebih sering terjadi ketika terdapat penyebab stres secara fisik di hadapanmu.

Menahan tangis bisa menimbulkan sejumlah dampak yang tidak menyenangkan bagi tubuhmu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk melepaskan semua emosi yang kamu alami dalam bentuk tangisan. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Membanggakan, Empat Siswa SMP Negeri 1 Denpasar Boyong Medali Emas Pada Kompetisi Thailand’s Investor Day di Bangkok

admin

8 Tips Ampuh Hilangkan Bau Mulut usai Makan Pete dan Jengkol, Yuk Simak!

admin

HASIL NIHIL! Hari Kesembilan Pencarian WNA di Nusa Penida Dihentikan

admin