Fakta dan Mitos Lifestyle

Leher Terasa Kaku Saat Bangun Tidur? Lakukan 5 Cara Ini Untuk Mengatasinya

DenpasarViral.com - Istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Sering mengalami leher kaku setelah bangun tidur? Sebaiknya kondisi ini tidak dibiarkan karena dapat mengganggu aktivitas sepanjang hari. Misalnya, Anda menjadi sulit bergerak atau menoleh karena sakit leher.

Menurut dr. Arina Heidyana, leher kaku setelah bangun tidur disebabkan oleh posisi tidur yang salah, penggunaan bantal yang tidak cocok, ketegangan otot, atau penyakit tertentu seperti saraf kejepit.  Berikut ini beberapa cara mengatasi leher sakit saat bangun tidur:

1. Melakukan Hidroterapi
Anda dapat menggunakan cara hidroterapi dengan air hangat untuk menghilangkan kekakuan pada leher. Mandi air hangat akan membantu merelaksasi otot-otot yang kencang. Hidroterapi merupakan terapi yang menggunakan metode hidrotermal, suhu air dapat diubah-ubah untuk menyembuhkan rasa nyeri. Metode ini bisa dilakukan di rumah menggunakan shower.

Caranya, berdiri di kamar mandi dan biarkan air hangat membasahi tubuh Anda yang nyeri selama 3-5 menit. Setelah itu, gunakan air dingin selama 30-60 detik. Lakukan sampai Anda merasa relaks.  Air panas dapat meningkatkan sirkulasi darah. Sedangkan, air dingin akan mengurangi peradangan pada leher.

2. Lakukan Peregangan 
Setelah mengetahui letak nyerinya, Anda bisa melakukan peregangan atau memijat diri. Peregangan bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas secara bertahap tanpa menyebabkan lebih banyak rasa sakit.

Anda bisa melakukan peregangan dengan cara mendongakkan kepala ke atas, menunduk ke bawah, menengok ke kiri dan kanan, lalu miringkan ke kiri dan kanan. Gunakan hitungan 8×3 seperti Anda sedang senam.

3. Kompres Air Hangat
Posisi tidur yang salah juga bisa menjadi penyebab leher kaku. Anda dapat mengompres dengan air hangat untuk membantu melemaskan otot-otot yang kaku.

Caranya, rendam handuk di baskom berisi air hangat. Kemudian, peras airnya dan letakkan handuk di bagian leher yang kaku. Coba kompres leher selama 10 menit. Anda juga bisa menggunakan botol yang diisi air hangat untuk meredakan kekakuan pada leher. Lakukan sebanyak 2-3 kali sehari.

4. Hindari Aktivitas Menggunakan Leher
Ketika Anda sedang merasakan nyeri di leher, hindari aktivitas yang melibatkan gerakan kepala dan otot leher. Misalnya, duduk lama saat menyetir mobil, menari, dan sebagainya. Pastikan Anda mengistirahatkan leher dan cari posisi yang nyaman untuk duduk maupun tidur.

5. Pijat dengan Minyak Esensial
Selain mengompres, Anda juga dapat memijat area leher yang sakit menggunakan minyak esensial. Cara ini dilakukan untuk mengendurkan otot-otot yang kaku.

Lakukan pijatan lembut agar tidak memperparah kekakuan leher. Ambil beberapa tetes minyak esensial lavender atau peppermint, campurkan dengan minyak kelapa. Oles minyak tersebut di bagian leher secara perlahan. Minyak esensial dengan aromaterapi bisa membuat pikiran menjadi relaks dan melenturkan kembali otot-otot Anda.

Selain itu, usahakan menggunakan bantal yang tepat saat tidur dan jangan terlalu lama melakukan aktivitas yang melibatkan leher. (DH/WS/DV).

Artikel asli

Related posts

Padukan Kreatifitas Anak Muda, Pemkot Denpasar Gelar Ragam Kreasi Peringati Hari Sumpah Pemuda

admin

Antisipasi Banjir, PUPR Denpasar Rutin Bersihkan Sampah di Sungai, Drainase dan Saluran Air

admin

Mirip dengan Pasangan Pertanda Jodoh? Begini Penjelasan Ilmiahnya

admin