Bali Tabanan

Pemberdayaan Industri Rumah Tangga (IRT) Kerajinan Genteng Pejaten Sebagai Bentuk Usaha Ekonomi Produktif

DenpasarViral.com - Istimewa

DenpasarViral.com, Tabanan – Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) dengan ketua Luh Gede Pande Sri Eka Jayanti, SE, M.Si, Ak, CA, dan anggota terdiri dari I.B.Made Putra Manuaba, SE, M.Si, dan  I Ketut Puja Wirya Sanjaya, SE, M.Si, melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Desa Pejaten adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, yang jaraknya kurang lebih 15 km dari pusat kota Tabanan. Desa Pejaten merupakan desa yang sudah terkenal dengan daerah penghasil genteng dengan merk “Pejaten”.  Desa Pejaten merupakan daerah industri maka desa ini banyak sekali menyerap tenaga kerja dari luar daerah  Bali, seperti misalnya Jawa dan Lombok.

Genteng merupakan salah satu bahan dalam membuat bangunan rumah, yaitu difungsikan sebagai atap rumah. Genteng terbuat dari tanah yang dibentuk sedemikian rupa (dengan mesin press) dan melalui proses pembakaran. Produksi genteng di Desa Pejaten sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas sejarah nenek moyang di desa setempat yang sejak dahulu sudah membuat genteng, sehingga industri ini merupakan industri rumah tangga yang diwariskan secara turun-temurun. Sehingga tidak mengherankan bahwa warga masyarakat Desa Pejaten sebagian besar menggeluti industri kerajinan genteng. Genteng dari daerah Pejaten sudah dikenal memiliki kualitas yang bagus.

Salah seorang warga Banjar Beji Desa Pejaten, Ida Bagus Gede Sutamaja yang masih menggeluti industri rumah tangga yaitu industri kerajinan genteng press yang diwariskan secara turun-temurun, yang dijadikan sebagai mitra dari Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Warmadewa dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM Unwar).

Selama kepemimpinan beliau juga dilakukan pengembangan usaha berupa bata press. Bahan baku dari kedua produk ini adalah sama yaitu tanah liat yang saat ini harus didatangkan dari daerah lain, karena tanah yang ada di Desa Pejaten sudah sangat jauh berkurang yang tidak bisa lagi memenuhi kapasitas produksi dan permintaan pasar.

Kedua produk ini, menggunakan mesin press yang berbeda. Pada setahun belakangan ini industri kerajinan genteng juga terdampak pandemi Covid-19, termasuk juga mitra. Permintaan akan produk genteng terus mengalami penurunan sebagai dampak dari menurunnya daya beli masyarakat secara umum, sehingga pembangunan yang membutuhkan produk genteng juga menurun. Dengan turunnya permintaan, secara otomatis juga produksi akan diturunkan untuk menghindari persediaan genteng yang menumpuk, dengan menurunnya penjualan, maka keuntungan yang diperoleh juga menurun atau bahkan merugi.

Tujuan kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah untuk membantu mitra dalam hal ini pengerajin genteng Ida Bagus Gede Sutamaja untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, yang dimulai dari penataan dan pengembangan usahanya, yaitu dari sisi produksi,  pengelolaan keuangan dan pemasaran produknya. Diharapkan dengan adanya program kegiatan ini pengelolaan usaha mitra dapat berjalan lancar dan maksimal.

Sasaran kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah UMKM yang produknya merupakan unggulan daerah bersangkutan. Mitra kegiatan kali ini adalah Ida Bagus Gede Sutamaja yang merupakan pengerajin genteng press dan bata press di Banjar Beji Desa Pejaten – Kediri – Tabanan. Dari permasalahan yang berhasil diidentifikasi, maka sasaran kegiatan yang akan dilakukan  adalah sebagai berikut:

  1. Membantu membuat pencatatan transaksi keuangan, memberikan pendampingan dan konsultasi mengenai pembuatan sistem pembukuan sederhana yang meliputi buku-buku pencatatan transaksi harian, dan pembuatan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Hal ini dilakukan dengan harapan mitra memiliki gambaran yang jelas tentang hasil operasionalnya dan mengetahui harga dasar dari produksinya sehingga memudahkan didalam mengambil keputusan terkait operasional dan pengembangan usaha dimasa depan.
  2. Membantu pembiayaan pembuatan rak untuk tempat pengeringan produk setelah selesai dari mesin press, sehingga tidak menghambat proses produksi untuk menghasilkan produk jadi dan menambah peralatan penunjang.
  3. Melakukan promosi melalui media online sehingga mempermudah mitra dalam memasarkan produknya dan juga mempermudah dalam menerima pesanan dari pelanggannya. (PA/DV/ADV)

Related posts

Keren, Tukad Bindu Memiliki Co-Working Space Sebagai Wadah Bertukar Pikiran Serta Ciptakan Start Up

admin

Siswa Cerdas Denpasar Wakili Indonesia Olimpiade Matematika Internasional

admin

Pemkot Denpasar Kembali Gelar Monev, Kali Ini Sasar Desa Penatih Dangin Puri dan Desa Kesiman Kertalangu

admin