Lifestyle

Beberapa Tanda Kalau anak Kurang Mendapat Perhatian, Yuk Pahami!

DenpasarViral.com - Istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Kasih sayang dan perhatian adalah hal penting bagi setiap orang, terutama anak. Namun, di kala kedua orangtua bekerja dan punya kesibukan, anak sangat rentan mengalami kurang perhatian. Lalu, bagaimana Parents bisa mengenali tanda anak kurang perhatian?

Tanda-tanda kekurangan perhatian dan kasih sayang pada anak anak tercermin dari hubungan orangtua dan anak. Hal ini biasanya akibat dari ketidaktahuan orangtuanya terhadap kebutuhan anak mereka.

Kekurangan perhatian pada anak dapat menimbulkan banyak masalah. Sebagai contoh, anak yang kurang mendapat perhatian mungkin akan mengalami konflik atau tingkah laku agresif, atau mungkin mengalami rasa tidak aman atau tidak percaya pada orang lain.

Itulah sebabnya, sangat penting untuk mengetahui sejumlah tanda anak kurang perhatian dilansir dari Exploring Our Mind.

1. Sulit mengenali emosi
Anak akan belajar untuk mengawal emosi mereka melalui cinta dan hubungan interpersonal dengan orang-orang yang dekat dengan mereka. Oleh karena itu, jika anak anak kurang mendapatkan perhatian, dia mungkin sukar untuk mengenali emosi, mengenali norma sosial (sering melanggar aturan).

Lebih-lebih lagi, dia mungkin tidak dapat mengenali perasaan orang lain. Oleh sebab itu, ia anak akan kurang empati pada orang lain, yang seringkali memicu konflik dan kemarahan dalam pergaulan mereka.

2. Sering memicu konflik
Tanda anak kurang perhatian juga bisa dilihat dari hubungan mereka dengan orang lain. Jika mereka cenderung memicu konflik, hal ini mungkin tanda yang harus Anda waspadai. Anak kurang perhatian ini sering terlibat dalam konflik kerana kekurangan pengetahuan mereka dalam membentuk kemahiran sosial yang baik.

3. Tidak mau mengakui kesalahan 
Anak yang mendapat kurang perhatian akan cenderung mengelak daripada menghadapi situasi yang sukar, dan cenderung menyalahkan orang lain. Hal ini terjadi karena anak yang kurang mendapat perhatian belum memiliki perkembangan konsep diri yang optimal.

Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala ini, penting bagi Parents untuk lebih sering menggali perasaannya. Anda juga harus membuat anak mengetahui bahwa Anda peduli dengan kebaikan yang anak lakukan.

Untuk mulai menggali perasaan anak, mulailah dengan memperbaiki komunikasi dalam keluarga, jadikan keluarga sebagai tepat nyaman untuk berkomunikasi. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Berawal dari Insta Story, Begini Awal Mula Kasus Nikita Mirzani

admin

Bukan Mainan Biasa, Ini 6 Manfaat Tak Terduga Mainan Pop It untuk Perkembangan Anak

admin

Demi Hasil yang Maksimal, Kamu Nggak Boleh Ngerjain Sesuatu Setengah-setengah, Ini 5 Alasannya

admin