Lifestyle

Perut Buncit Mengganggu Penampilan? Lakukan 6 Hal Ini Untuk Menghilangkannya

DenpasarViral.com - Istimewa

DenpasarViral.com, Denpasar – Memiliki perut buncit memang dikeluhkan banyak orang. Selain mengganggu ruang gerak, perut buncit juga bisa mengganggu penampilan. Pada dasarnya, perut buncit disebabkan oleh penumpukan lemak yang terjadi di perut.

Bagi pria, ukuran normal lingkar perut adalah 102 cm dan bagi wanita 88 cm.
Apabila melebihi angka tersebut, bisa dikatakan sebagai obesitas abdominal, yakni obesitas karena kelebihan lemak di perut atau secara umum disebut sebagai perut buncit.

Penyebab perut buncit sebenarnya ada bermacam-macam mulai dari gen sampai gaya hidup. Namun, sebagian besar penyebab perut adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Berikut ini beberapa langkah mudah untuk hilangkan perut buncit yang bisa dilakukan di rumah.

1. Hindari konsumsi minuman dan makanan manis
Makanan dan minuman dengan tambahan gula memang buruk bagi kesehatan. Mengonsumsi makanan jenis ini bisa menyebabkan penambahan berat badan. Sebuah studi berjudul “Fructose and Sugar: A Major Mediator of Nonalcoholic Fatty Liver Disease” menunjukkan bahwa tambahan gula memiliki efek berbahaya bagi kesehatan metabolik.

Selain itu, penelitian lain berjudul “Consuming fructose-sweetened, not glucose-sweetened, beverages increases visceral adiposity and lipids and decreases insulin sensitivity in overweight/obese humans” menunjukkan bahwa kelebihan gula dapat menyebabkan perut buncit. Oleh karena itu, diperlukan kontrol asupan gula harian. Salah satunya, hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan tinggi, seperti minuman penambah stamina, sirup, soda, kue, dan lain sebagainya.

2. Konsumsi lebih banyak protein
Protein merupakan makronutrien penting untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian berjudul “The Effects of Consuming Frequent, Higher Protein Meals on Appetite and Satiety During Weight Loss in Overweight/Obese Men” menunjukkan bahwa protein dapat menekan keinginan untuk makan hingga 60 persen.

Selain itu, konsumsi protein juga meningkatkan metabolisme hingga 80 – 100 kalori per hari dan membantu meengurangi asupan kalori harian hingga 441. Coba tingkatkan asupan makanan berprotein tinggi seperti telur utuh, ikan, polong-polongan, kacang-kacangan, daging, dan produk susu. Produk-produk tersebut merupakan sumber protein terbaik untuk diet.

3. Kurangi karbohidrat
Mengurangi konsumsi karbohidrat merupakan cara yang sangat efektif untuk menghilangkan lemak. Merangkum dari sebuah penelitian berjudul “The Effects of a Low-Carbohydrate Ketogenic Diet and a Low-Fat Diet on Mood, Hunger, and Other Self-Reported Symptoms”, menunjukkan bahwa ketika seseorang mengurangi karbohidrat, nafsu makan mereka turun dan berat badan mereka pun turun.

4. Makanan makanan berserat
Mengonsumsi banyak serat dapat membantu menurunkan berat badan. Sebuah studi berjudul “Dietary fiber and weight regulation” menunjukkan bahwa tambahan 14 gram serat per hari dapat menurunkan 10% asupan kalori dan penurunan berat badan sekitar 4,5 pon (2 kg) selama 4 bulan. Hal ini menyiratkan bahwa serat larut mungkin sangat efektif untuk mengurangi lemak perut yang berbahaya.

Cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak serat adalah dengan makan banyak makanan nabati, termasuk sayur dan buah. Kacang-kacangan, sereal, dan gandum utuh juga merupakan sumber yang baik.

5. Olahraga secara teratur
Olahraga adalah salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko terkena penyakit. Olahraga juga dapat membantu mengurangi perut buncit secara signifikan. Publikasi berjudul “The Effect of Exercise on Visceral Adipose Tissue in Overweight Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis” menunjukkan bahwa olahraga kardio, seperti berlari, berenang, atau berjalan, dapat menurunkan lemak di perut secara signifikan.

6. Mengatur pola makan
Mengatur pola makan menjadi hal penting dalam mengatasi perut buncit. Rencanakan secara mendetail apa yang akan dikonsumsi setiap harinya dengan menimbang dan mengukur semua yang dimakan. Dilansir dari Healthline, perencanaan ke depan dapat membantu mencapai tujuan tertentu, seperti meningkatkan asupan protein hingga 25-30% kalori atau mengurangi karbohidrat yang tidak sehat. (DH/WS/DV).

 

Artikel asli

Related posts

Punya Pisang Hampir Busuk? Bikin Banana Muffin Aja Yuk, Ini Resepnya!

admin

Suka Gengsi Buat Bilang, Ini 5 Tanda Kalau Pria Diam-Diam Sedang Cemburu

admin

Suasana Hati Berantakan tapi Harus Segera Menyelesaikan Pekerjaan? Lakukan Ini Untuk Menghadapinya

admin