Health Lifestyle

Nggak Cuma Memicu Depresi, Kesepian Juga Bikin Cepat Pikun Lho

DenpasarViral.com - Ilustrasi

DenpasarViral.com, Denpasar – Galau dan kesepian bisa dialami semua orang. Tanpa disadari, perasaan tertekan karena dua hal itu dapat menyebabkan stres dan depresi.

Namun, dampak dari kesepian tak cuma stres dan depresi. Rasa sepi juga bisa menjadi faktor risiko Anda mengalami kepikunan atau demensia lebih cepat. Hal ini disampaikan oleh dokter Saraf, dr. Yuda Turana di Unika Atma Jaya Jakarta.

Dijelaskan Yuda, kesepian dan kegalauan cenderung membuat orang tersebut mengalami stres dan depresi. Stres dan depresi itu juga menjadi persoalan yang sangat kompleks. Karena seiring dengan sel-sel yang cenderung menua, hal ini juga bisa memicu berbagai penyakit seperti stroke, tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta daya imunitas yang menurun.

Semua risiko di atas seperti tekanan darah tinggi dan daya imunitas yang menurun pada akhirnya memicu demensia atau kepikunan lebih cepat muncul.

Untuk diketahui, kepikunan atau demensia itu disebabkan oleh adanya gangguan pada syaraf yang ada di otak. Yuda menjelaskan, dalam beberapa penelitian menemukan bahwa kesepian lebih sering dialami oleh mereka yang tinggal di negara maju dibanding negara berkembang. Penelitian yang dilakukan lebih kepada melihat ikatan sosial antara anak dan orang tua yang demensia.

Yuda menerangkan, anak di negara maju jika ditanya apakah akan merawat orangtua yang mengalami kepikunan atau tidak, mereka kebanyakan akan menolak atau memilih menitipkan orangtua ke institusi perawatan khusus lansia.

Hal ini berbeda dengan anak yang tinggal di negara berkembang. Jika ditanya dengan pertanyaan yang sama, kata Yuda, kebanyakan masih memilih untuk merawat orangtua mereka.

Saat usia semakin tua, dengan anak yang sedikit ataupun anak yang jauh dari rumah, kata Yuda, ini cenderung membuat orang tersebut semakin merasakan kesepian yang memicu stres dan depresi, di mana juga ini menjadi penyebab cepatnya orang itu mengalami kepikunan.

“Jadi harus tetap sehat sejak muda, biar produktif di usia tua. Daya ingat itu ditunjang oleh otak, dan fungsi otak itu mulai dari usia muda, bukan bicara pada usia 50 tahun ke atas saja,”tuturnya. (PA/DV)

 

Artikel asli

Related posts

Aneh dan Unik, Ini 7 Kebiasaan Tak Biasa Orang Sukses di Dunia, Kamu Gini Juga?

admin

Resep Ayam Goreng Saus Wijen, Cocok Buat Lauk Makan Siang yang Lezat!

admin

5 Cara Memahami Pikiran Orangtua yang Terkadang Tak Lagi Dewasa, Harus Tetap Sabar Ya!

admin