Health

Membersihkan Kotoran Telinga dengan Terapi Ear Candle, Amankah?

DenpasarViral.com - Ilustrasi

DenpasarViral.com, Denpasar – Kotoran di telinga tidak harus secara rutin dibersihkan karena tubuh memiliki kemampuan untuk mendorong kotoran telinga sendiri keluar. Namun, sekarang terdapat salah satu cara untuk membersihkan kotoran yang ada di telinga adalah dengan melakukan terapi ear candle. Terapi ini kini sudah banyak menjamur di mana-mana, entah itu di klinik kecantikan, tempat spa, ataupun salon. Tapi, apakah terapi ini aman untuk dilakukan?

Apa itu terapi ear candle?

Ear candle adalah teknik membersihkan telinga di mana terapis akan memasukkan sebuah lilin berongga berbentuk kerucut ke dalam lubang telinga Anda. Lilin yang digunakan dalam terapi ini adalah lilin khusus berukuran sekitar 20 cm yang terbuat dari linen yang dilapisi dengan sarang tawon, parafin atau kombinasi keduanya. Lilin ini juga biasanya mengandung chamomile dan sage yang akan memberikan efek relaksasi.

Berikut langkah-langkah melakukan terapi ear candle:

  1. Anda harus melakukannya dengan posisi tidur menyamping supaya lilin bisa dimasukkan ke dalam telinga.
  2. Agar lelehan lilin tidak mengenai kulit, diperlukan sebuah piring yang sudah dilubangi untuk masuknya lilin.
  3. Setelah diposisikan sedemikian rupa, lilin tersebut dinyalakan sekitar 10 sampai 15 menit.
  4. Setelah selesai melakukan perawatan, terapis akan menunjukkan kotoran yang berhasil diangkat dari dalam telinga Anda.

Selain untuk membersihkan telinga, perawatan ini juga diklaim mempunyai beberapa manfaat lain seperti mengurangi sinusitis, mengatasi masalah pendengaran, pilek, sakit kepala, memperlancar peredaran darah sampai menghilangkan stres.

Apakah aman membersihkan telinga dengan ear candle?

Meskipun perawatan ini diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, sayangnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa terapi ini efektif membersihkan kotoran telinga.

Menurut American Academy of Audiology, tidak ada bukti ilmiah bahwa ear candling mampu menarik keluar kotoran yang berada di dalam telinga. Hal ini didasari dari pengukuran yang dilakukan pada saluran telinga sebelum dan sesudah melakukan terapi ear candle.

Hasil pengukuran menunjukkan jika kotoran yang berada di dalam telinga tidak mengalami pengurangan. Para peneliti justru menemukan jika terdapat serpihan abu yang mengendap akibat dari pembakaran lilin.

Tidak hanya itu, beberapa peneliti bahkan menganggap bahwa terapi ear candle ini hanya sebuah mitos belaka. Kotoran yang ditunjukkan terapis setelah melakukan terapi sebenarnya adalah sisa pembakaran lilin, bukan kotoran pada telinga Anda.

Jika dibiarkan, sisa pembakaran tersebut akan bercampur dengan kotoran telinga yang menumpuk dan menjadi kering. Lama kelamaan, hal ini akan membuat pendengaran Anda terganggu.

Kesimpulannya, bisa dikatakan bahwa ear candle adalah perawatan yang tidak direkomendasikan untuk membersihkan telinga. (PA/DV)

Artikel asli

Related posts

Noda Kecoklatan Bekas Teh dan Kopi Nempel di Cangkir Kesayangan?Singkirkan Dengan 6 Cara Ini Yuk!

admin

Panen Jagung di Kantor Gubernur, Hasilnya Dibagi untuk Kelompok Tani dan Ternak

admin

Tekan Laju Inflasi Pemkot Denpasar Gelar Panen Cabai Hingga Beri Subsidi Ke Petani

admin