Bali Denpasar

Sempat Mengalami Perubahan Pakem, Omed – omedan Bukan Ajang Mencari Jodoh

DenpasarViral.com - Tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja Sesetan Denpasar

DenpasarViral.com, Denpasar – Tradisi Omed-omedan yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali tepatnya pada hari Ngembak Geni atau satu hari setelah Hari Suci Nyepi di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar. Tradisi ini sempat mengalami perubahan pakem seriring dengan perkembangan yang disepakati oleh masyarakat karena berbagai factor.

Menurut Kelian Banjar Kaja Sesetan, I Made Sudama saat diwawancari oleh Denpasar Viral, “perubahan pakem yang terjadi seperti pada posisi tangan, dimana sebelumnya peserta Omed-omedan saling Tarik-menarik dengan tangan sesama temanya kini mengalami perubahan menjadi tangan mendekap temannya dari belakang dengan tangan menyilang diatas bahu dan dibawah tangan temanya,” katanya.

Selain itu Kelian Banjar juga menambahkan bahwa perubahan tidak terjadi pada tangan saja yaitu saat mendorong temanya untuk bertemu pasangan Omed-omedan yang sebelumnya diangkat di bahu salah satu peserta, kini dilakukan dibawah menapaki tanah dengan berpelukan. Pelukan dilakukan dengan menyilangkan tangan kanan di bawah bahu pasangan sedangkan tangan kiri diatas bahu pasangan sehingga bertemu pipi dengan pipi yang seolah terlihat seperti sedang berciuman. Itu sesuai dengan kesepakatan dan situasi di lapangan, asal tidak mengurangi maknanya. Karena Omed-omedan ini merupakan ajang silahturahmi, Berpelukan bukan ciuman bibir tetapi cium pipi,” Ungkapnya.

Kata Made Sudama, tradisi Omed-omedan ini bukanlah ajang pencarian jodoh, tetapi murni sebagai ajang silahturahmi bagi pemuda Banjar Kaja Sesetan. Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-17 yang hingga saat ini masih kami lestarikan. Sudama menambahkan, jika ada yang mendapatkan jodoh setelah melakukan Omed-omedan, itu merupakan sebuah rangkaian ritual karena selama ini sudah ada tiga pasangan yang mendapatkan pasangan setelah mengikuti Omed-omedan.

Salah satu peserta yang berhasil Denpasar Viral temui mengatakan “Bahwa Tradisi ini merupakan ajang untuk bersilahturahmi antar pemuda Banjar Kaja.” Ia juga mengatakan bahwa ia menemukan pasanganya saat melakukan Omed-omedan, dari yang awalnya belum kenal menjadi akrab dan memiliki kecocokan satu sama lain walaupun umur mereka berbeda.(Pa/DV)

 

Yuk tonton cuplikan video Tradisi Omed-Omedan di Channel Youtube kami, Jangan lupa klik tombol Lonceng dan Subscribe.  Link  disini

 

(Pa/DV)

Related posts

Edukasi Pengurangan Plastik Menyasar Pembeli dan Pedagang di 4 Pasar, DLHK Denpasar Bagikan 400 Tas Eco Bag

admin

TPA Suwung Kembali Berfungsi Normal, Pengangkutan Sampah di Kota Denpasar Lancar

admin

Denpasar Viral Merayakan Hari Jadi Ke-2 Tahun dengan Kegiatan Bakti Sosial dan Tirtayatra

admin

Leave a Comment